Gerakan Aksi Gizi melalui Edukasi dan Pembagian Telur sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Siswa SDN 1 Sukarame 2 Bandar Lampung

Authors

  • Kusuma Adhianto Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Ririn Angriani Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Teguh Rafian Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Anggi Derma Tungga Dewi Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Lusia Komala Widiastuti Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Widya Febriyani Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Liman Liman Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Riyanti Riyanti Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Angga Dwiyansyah Desa Sukarame 2, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Heri Risdiyanto SD Negeri 1 Sukarame 2 Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Indra Ardian Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Mohamad Yonzky Nugroho Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Elsa Estevania Natali Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Ilmadin Nur Alfita Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Salsa Nabila Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Eva Riyanti Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Oktavia Yosefine Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Novita Ariska Dewi Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Thio Danuanza Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Siti Khadijah Amelia Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Marcello Sebastian Christopher Siregar Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Endang Tri Wahyuni Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Muhammad Langgeng Prakoso Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan di Indonesia akibat kekurangan gizi jangka panjang yang menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Asupan protein hewani yang kurang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya  stunting pada anak. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya gizi seimbang serta mendukung upaya pencegahan stunting melalui kegiatan edukasi dan pembagian telur di SDN 1 Sukarame 2 Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode edukatif dan partisipatif melalui pendekatan Gerakan Aksi Gizi, yang mengombinasikan kegiatan sosialisasi (edukasi) dan intervensi langsung berupa pembagian telur. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, diketahui bahwa siswa menunjukkan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari partisipasi siswa dalam mengikuti sesi edukasi, menjawab pertanyaan, serta antusiasme dalam sesi tanya jawab. Selain itu, kegiatan pembagian telur telah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan rencana. Seluruh peserta kegiatan telah menerima telur masing-masing sebanyak 2 butir. Tidak terdapat kendala yang berarti dalam proses distribusi, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan ini mendukung peningkatan kesadaran gizi dan asupan protein siswa. Namun, diperlukan pelaksanaan berkelanjutan dengan evaluasi yang lebih komprehensif agar tercapainya tujuan dari pencegahan stunting tersebut.

Downloads

Published

09-06-2026